Senyum Lebih Indah dengan Perawatan Ortodonti
Susunan gigi yang tidak teratur seperti gigi berjejal, jarang-jarang, tongos, cameuh (bahasa sunda) cakil/gathik (bahasa jawa) sering membuat tidak percaya diri dan malu atau bahkan rendah diri. Hal ini membuat seseorang tidak bebas untuk tersenyum atau tertawa dan sering kali menutupinya dengan tangan supaya tidak terlihat giginya. Selain itu gigi berjejal sulit dibersihkan sehingga plak/jigong/gudal mudah menempel pada gigi dan akibatnya gigi mudah berlubang dan gusi mudah mengalami peradangan/gingivitis. Gigi depan rahang atas tongos dan gigi depan rahang bawah cameuh mempermudah terjadinya trauma/benturan/gigi patah pada saat bermain bola, sepeda, atau permainan lainnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut diatas bisa dengan perawatan ortodonti yang biasa disebut dengan kawat gigi atau pasang behel. Tujuan dari perawatan ortodonti adalah untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur seperti gigi berjejal, jarang-jarang, tongos, cameuh, gigi muter/rotasi dan lain sebagainya. Selain untuk memperbaiki estetik, perawatan ortodonti juga bisa untuk memperbaiki fungsi bicara misalnya pada kasus ada celah pada gigi depan rahang atas biasanya pengucapan bunyi S nya tidak jelas atau ketika berbicara air ludah sering muncrat dan bisa juga untuk memperbaiki fungsi pengunyahan misalnya pada kasus gigi rahang atas dan bawah tidak ketemu/gigitan terbuka/open bite. Pada kasus gigitan terbuka akan terjadi kesulitan pada saat mengunyah makanan sehingga makanan susah halus/lumat dan biasanya makanan yang masih kasar sudah langsung ditelan akibatnya dalam jangka waktu lama akan menyebabkan peradangan pada lambung/gastritis, penyerapan gizi makanan tidak sempurna dan lain sebagainya.
Macam-macam Alat Ortodonti
Berdasarkan cara pemasangannya alat ortodonti dibagi 2 macam, yaitu alat ortodonti lepasan yang bisa dibuka pasang oleh pasien yang biasa disebut removable appliance (Gambar 1) dan yang cekat/permanen yang tidak bisa dibuka pasang oleh pasien yang biasa disebut fixed appliance dan orang awam menyebutnya behel/breket. Breket ini ada yang terbuat dari logam/metal (Gambar 2) dan keramik (Gambar 3).

Alat ortodonti lepasan mempunyai keterbatasan dalam menggerakkan gigi/merapihkan susunan gigi oleh karena itu hanya digunakan pada kasus-kasus ringan, selain itu keberhasilan perawatan sangat tergantung dari pasien itu sendiri apakah alatnya dipakai atau tidak. Sedangkan alat ortodonti cekat pemakaiannya tidak tergantung pasien dan bisa mengatasi masalah dari kasus ringan sampai berat, oleh karena itu saat ini pemakaiannya makin populer baik dikalangan anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Namun demikian pada kasus-kasus dengan kelainan gigi dan rahang yang sangat ekstrim tidak bisa diatasi dengan pemasangan breket/behel saja tetapi harus dikombinasikan dengan alat lain atau tindakan lainnya, misalnya apabila pasien masih dalam usia pertumbuhan harus diatasi dengan kombinasi perawatan alat ortodonti cekat / behel dengan alat modifikasi pertumbuhan / orthopadic appliance misalnya aktivator andersen (Gambar 4) dan apabila pasiennya sudah dewasa harus diatasi dengan kombinasi alat ortodonti cekat dengan bedah ortognatik /orthognatic surgery.

Pada orang dewasa yang ingin memakai kawat gigi tetapi tidak mau terlihat logamnya, bisa diatasi dengan pemakaian behel/breket keramik yang transparan/sewarna gigi. Namun demikian pemakaian breket keramik membutuhkan biaya relatif lebih mahal dibandingkan dengan breket logam/metal, selain itu pergerakan gigi nya juga relatif lebih lambat sehingga waktu perawatan ortodonti menjadi lebih lama.
Untuk mendapatkan hasil perawatan ortodonti yang baik maka sebaiknya perawatan dilakukan oleh dokter yang berkompeten dalam perawatan ortodonti yaitu dokter gigi spesialis ortodonti/orthodontist dengan gelar drg.,Sp.Ort.
Persiapan Kondisi Gigi dan Mulut Sebelum Pemasangan Kawat Gigi
Perawatan ortodonti dengan cara menggerakkan/menggeser-geser gigi oleh karena itu sebelum perawatan dimulai kondisi gigi dan mulut harus sehat terlebih dahulu. Apabila ada gigi berlubang maka gigi lubangnya harus ditambal dulu, apabila ada plak atau karang gigi maka plak dan karang giginya harus dibersihkan/scaling terlebih dahulu, apabila ada sisa-sisa akar gigi maka akar giginya harus dicabut terlebih dahulu, dan lain sebagainya. Prinsipnya semua kelainan patologi harus dirawat terlebih dahulu. Perawatan gigi/tindakan yang dilakukan sebelum perawatan ortodonti dimulai bertujuan untuk mempersiapkan kondisi mulut yang sehat (mouth preparation) dan apabila hal ini tidak dilakukan maka akan terjadi kerusakan yang lebih parah lagi baik pada gigi, gusi, ataupun tulang pendukung gigi.
Prosedur Perawatan Ortodonti
Perawatan ortodonti membutuhkan kesabaran karena memerlukan waktu yang cukup lama. Setelah mouth preparation selesai, wajah dan gigi pasien di fotografi kemudian giginya dicetak dan di rontgen. Rontgen yang biasa dilakukan ada 2 macam, yaitu panoramik untuk melihat kondisi gigi-geligi dan cephalometri untuk melihat kondisi rahang. Untuk kasus-kasus yang parah/berat panoramik dilakukan dua kali, pertama sebelum mouth preparation dan yang kedua setelah mouth preparation selesai. Tujuan tindakan ini untuk menegakkan diagnosis apakah kelainannya mengenai susunan gigi saja atau susunan gigi dan rahang, selain itu juga untuk melihat kemajuan perawatan.
Kerjasama antara Orthodontist dan Pasien/Orang Tua Pasien
Setelah alat ortodonti dipasang, pasien harus kontrol untuk aktivasi alat ortodonti sekitar 3 sampai 4 minggu sekali selama kurang lebih 2 sampai 3 tahun, namun untuk kasus yang berat kadang-kadang dibutuhkan waktu perawatan lebih lama dan apabila kontrol tidak tepat pada waktunya maka waktu perawatan akan jauh lebih lama lagi. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang perawatan yang baik diperlukan kerja sama yang baik pula antara pasien/orang tua pasien dengan ortodontisnya.
Selama menjalani perawatan pasien harus bisa menjaga kebersihan mulutnya karena apabila tidak maka gusi menjadi bengkak-bengkak dan mudah berdarah dan akan timbul bercak-bercak putih atau gigi berlubang setelah alat dilepas.
Selain itu pola makan perlu dijaga seperti tidak boleh menggigit makanan yang terlalu keras atau lengket karena dapat menyebabkan breket lepas atau kawat patah dan apabila hal ini sering terjadi maka waktu perawatan akan menjadi lebih lama, sering berkunjung ke orthodontist, dan biaya perawatan akan menjadi lebih mahal.
(drg. Sukarto Abubakar, Sp.Ort)
